Pulau Jeju, KOREA Pulau Jeju (Jeju-do) adalah pulau terbesar di Korea dan terletak di sebelah selatan Semenanjung Korea. Pulau Jeju adalah satu-satunya provinsi berotonomi khusus Korea Selatan. Pulau ini sedang gencar-gencarnya menjadi 7 Keajaiban Baru yang sangat didukung oleh semua masyarakat di Korea, dan berpeluang besar memenangkannya dikarenakan memiliki keindahan dan pesona alam yang luar biasa. Terletak di Selat Korea, sebelah barat daya Provinsi Jeolla Selatan, yang dahulunya merupakan satu provinsi sebelum terbagi pada tahun 1946. Ibukota Jeju adalah Kota Jeju (Jeju-si). Topografi Pulau Jeju terbentuk sekitar 2 juta tahun lalu oleh aktivitas vulkanis. Di tengah-tengah pulau muncul Hallasan (Gunung Halla), gunung tertinggi di seluruh Korea (1.950 m). Pulau ini bercuaca hangat sepanjang tahun dan pada musim dingin jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup. Pulau Jeju dijuluki Samdado, "Pul...
Foto Foto Pohon Raksasa Jaman Dahulu Percaya ato ngga pohon pohon raksasa ini pernah tumbuh di Bumi ini puluhan tahun yang lalu sekarang mungkin anak cucu kita, bahkan kita sendiri jarang banget bisa ngeliat Pohon pohon raksasa kaya ini secara langsung. alesannya pada taulah kenapa. tepat. karena banyaknya penebangan hutan liar tanpa mempertimbangkan ekosistem alam, pembangunan gedung gedung besar tanpa perencanaan yang baik dan memperhatikan lingkungan dan alesan lainnya yang intinya adalah mulai pudarnya kesadaran menjaga keseimbangan manusia dengna alam sekitar. yah, mungkin sebelum kita bener bener ngga bisa lagi ngeliat pohon pohon gede (semoga engga ) boleh deh diliat foto foto pohon raksasa yang pernah tumbuh menjulang dengan angkuh di permukaan bumi ini Spoiler for huge : Spoiler for huge : Spoiler for huge : Spoiler for huge : Spoiler for huge : Spoiler for huge : Spoiler for huge :...
Warga Tanzania menyeberangi jalan yang terendam banjir di Dar es Salaam, Tanzania. AP Photo/Khalfan Said Banjir terburuk sepanjang 50 tahun melanda ibu kota Tazania, Dar es Salaam. "Tragedi ini mewaskan sedikitnya 23 orang dan menyebabkan 4.909 orang kehilangan tempat tinggal, kata Meck Sadick, Wali Kota Dar es Salaam, kepada kantor berita AFP , Kamis, 22 Desember 2011 seraya menyebutkan bahwa jumlah korban kemungkinan bertambah. Akibat amuk air bah, pusat-pusat bisnis tutup dan ribuan orang mengungsi, meninggalkan rumah mereka karena hampir seluruh sudut kota terendam air. "Pada 1954, Dar es Salaam diguyur hujan deras," kata Agnes Kijazi, Direktur Badan Meteorologi Tanzania dalam acara jumpa pers menyusul hujan lebat yang melanda ibu kota selama beberapa hari. Philippe Poinsot, Direktur Negara untuk UNDP, mengatakan kepada Radio PBB, masih terlalu dini menyebutkan kebutuhan para korban banjir. "Kami sekarang ini menjalin hubungan dengan pe...
Komentar
Posting Komentar